Menghakimi diri sendiri, apalagi secara terus menerus,
apabila kita mendapati atau membuat suatu
kesalahan, yang telah kita lakukan maka menghakimi
diri sendiri itu akan berdampak pada kepribadian kita menjadi rendah diri. Demikian
juga apabila kita dengan mudah menghakimi orang lain, apa lagi secara terus
menerus ? hal tersebut biasanya akan melahirkan
satu sikap dan sifat selalu membatasi diri bahkan cenderung melakukan penolakan
pada orang lain. Hal tersebut akan selalu mengalirkan sikap permusuhan yang
akan berakibat sebagai penghalang bagi jalan, untuk membangun hubungan dengan
orang lain.
Dan yang ketiga merupakan penggabungan dari kedua sikap dan
sifat menghakimi diri sendiri dan orang lain , maka biasanya kita akan dengan
mudah menghakimi masa lalu kita atau menghakimi pengalaman2 hidupnya. Dan pada
akhrinya kita hanya menikmati sedikit aktifitas pribadi, sampai2 tidak ada hal
apapun yang dapat membuat hidup kita mengarah kepada jalan bahagia. Hidup kita
terlalu banyak disibukkan dengan penghakiman kita terhadap hidup kita dan penghakiman
pada orang lain disekitar kita … dan
pada akhirnya kita selalu menghakimi masa lalu kita. Dan akibat dari sikap itu akan
menjadi sebuah genangan ketidak puasan yang mendalam, serta menghanyutkan
energy dan semangat kita, srta brdampak pada
penolakan kegembiraan yang mestinya dapat kita nikmati dalam perjalanan
hidup kita. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar