Kamis, 13 Oktober 2011

MENCIPTAKAN KEBAHAGIAN

Penelitian menunjukkan bahwa bayi rata-rata tersenyum 400 kali dalam sehari; selanjutnya menurun menjadi 17 kali sehari pada masa remaja, dan akhirnya nol pada usia dewasa. Bila tersenyum dapat langsung dihubungkan dengan kebahagiaan, situasi ini memberikan gambaran bahwa bayi secara alami sangat bahagia, dan bahwa orang dewasa tidak sebahagia seperti seharusnya

Tiga komponen kebahagiaan

Psikologi Positif, membawa pemahaman baru mengenai kebahagiaan sebenarnya.
Tiga komponen kebahagiaan adalah: KESENANGAN, KETERLIBATAN, MAKNA...

1: Kesenangan

Tahap pertama dari kebahagiaan adalah kesenangan;beberapa contoh misalnya olah raga, menonton

Apakah kebahagiaan itu dan mengapa itu baik
untuk kita?

Kebahagiaan adalah suatu pengalaman subyektif dan oleh banyak orang dianggap sebagai suatu seni yang tidak kasat mata. Telah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dan psikolog, dan telah terbukti sebagai suatu keadaan yang dinamis; bahkan orang-orang yang paling bahagia pun terkadang merasakan kesedihan, dan orang-orang yang paling sedih pun pernah mengalami masa-masa yang menyenangkan. Para peneliti menyatakan bahwatertawa itu baik untuk kesehatan fisik dan mental:

• Tertawa dapat membuat tubuh kita memproduksi berbagai unsure kimia tubuh yang dapat membantu meningkatkan suasana hati dan menurunkan stress.
• Tertawa dapat memperkuat system kekebalan tubuh dengan mengosongkan paru-paru dan membawa lebih banyak oksigen ke dalam tubuh kita – seolahseperti ada tangan ajaib yang memijat bagian dalam tubuh kita.komedi, berbelanja, dan makan enak. Aktivitasaktivitas ini merupakan jalan pintas menujukebahagiaan, namun kita sebaiknya juga menyadari  bahwa pengulangan yang berlebihan dapatmengakibatkan menurunan sensitivitas dan pengaruhnya. Orang cenderung berharap ataumenuntut kesenangan yang lebih kuat dalam spiral kehidupan hedonisme yang tidak berujung, dan akhirnya aktivitas-aktivitas ini tidak mampu meningkatkan kesenangan. Namun, ada beberapa hal yang dapat membuat kesenangan menjadi lebih lama:
• Ketahui periode waktu paling lama dalam melakukan aktivitas yang menyenangkan. Mengikuti jadwal dan memastikan adanya jarak yang masuk akal antar kegiatan itu dapat membantu menjaga tingkat kesenangan.
• Perkuat pengalaman positif dari aktivitas itu dengan bercerita pada orang lain, memotretnya, atau membeli souvenir.
• Syukuri kenyataan bahwa Anda berkesempatanuntuk menikmatinya, daripada menyesali waktu yang
telah digunakan untuk aktivitas tersebut.

2: Keterlibatan

Tahap kedua dari kebahagiaan adalah keterlibatan.Terlibat sepenuhnya dan meleburkan diri dengan kegiatan tertentu membawa kepuasan. MihalyCsikszentmihalyi, seorang professor di bidang psikologi di University of Chicago yang mengabdikandiri untuk menemukan penyebab kebahagiaan dan kepuasan sesungguhnya, menggambarkan bahwasaat  fokus yang tinggi sebagai “flow”. Dari sudut pandang ini, kepuasan dapat berdasar dari keterlibatan yang dalam dengan Orang yang bahagia pun lebih unggul dalam beberapaaspek berikut:

• Mereka lebih kreatif dan optimis.
• Mereka lebih termotivasi dan lebih cepat belajar  disbanding yang lain.
• Dalam kelompok, mereka dapat bekerja dengan lebih baik.
• Mereka lebih tidak kuatir melakukan kesalahan dan hasilnya malah tidak banyak melakukan kesalahan.
3: Makna

Makna adalah tahapan kebahagiaan yang tertinggi.Untuk menjalani hidup yang penuh makna artinyaAnda menggunakan kekuatan Anda sendiri untukmemberikan kebaikan yang lebih. Kekuatan tidakberarti talenta; bisa saja moral dan bawaan yang dapat
dilatih seperti keberanian, cinta kasih, pengetahuandan keadilan. Untuk membuat hidup Anda lebih bermakna dan berwarna, perhatikan kebutuhan orangorang
di sekitar Anda dan membantu bukan hanya diri sendiri.
Banyak orang yang membangun kebahagiaan berdasarkan kesenangan, namun cara membangun kebahagiaan yang sebenarnya secara terus-menerus berjalan dengan arah yang berlawanan.

• Hindari kejadian negatif yang dapat menimbilkan emosi negatif
•Bertemanlah dengan orang-orang yang lebih sering bersikap positif, bahagia, dan memiliki  jejaring social yang kuat
• Temukan keyakinan yang tepat
• Binalah ikatan yang kuat dengan anggota keluarga
( semoga bermanfaat )

KEBAHAGIAAN

Pak .......bagaimana ya ?   Sepertinya Saya tidak mampu menikmati kesenangan dengan sepenuh hati. Saya dapat melakukan halyang sama dengan teman-teman atau keluarga saya namun tidak dapat menikmatinya seperti mereka.Saya orang yang bahagia, hanya saja, sepertinya, tidak sebahagia orang lain. Saya terlahir seperti itu –tidak mampu merasa sangat bahagia? Ataukah ada yang salah dengan saya? ...........

Tingkat kebahagiaan dinyatakan berhubungan dengan program genetis. David Lykken, seorang ahli
perilaku genetis dan Professor Emiritus di bidang Psikologi dan ,menemukan bahwa setiap orang terlahir dengan suatu “set point” kebahagiaan – sejenis dasar genetisuntuk kebahagiaan. Apapun yang terjadi pada kita, baik ataupun buruk, kita cenderung kembali pada set point kita dalam waktu yang singkat.
Namun, kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh gen kita; factor-faktor laingkungan juga menunjukkan
peran yang signifikan. Situasi, aktivitas, dan pola-pola berpikir dapat merubah tingkat kebahagiaan juga.
Jadi, kabar baiknya adalah bahwa kita sebenarnya memiliki kendali terhadap kebahagiaan kita. Agar
menjadi lebih bahagia, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:

• Ketahui apa yang dapat membuat Anda bahagia
• Lakukan sesuatu yang sesuai dengan kepribadian dan minat Anda
• Luangkan waktu untuk menikmati kesenangan kecil di kehidupan
• Cobalah lebih melibatkan diri dalam apapun yang Anda lakukan
• Temukan cara untuk membuat hidup Anda lebih berarti
• Berlatihlah melakukan self-talk positif (mis. Mulailah hari Anda dengan mengatakan pada diri sendiri
bahwa hari ini akan menjadi istimewa)
• Berpikir positif
• Hargai apa yang Anda miliki dan hitunglah karunia Anda
• Nikmati pekerjaan Anda dan beri semangat hidup Anda dengan kegiatan
• Peliharalah pertemanan
• Tentukan tujuan dan pastikan Anda mengikutinya dan mampu mencapainya
Yang terakhir, untuk menghubungi seorang guru spiritual bila anda ingin memperluas
alternative cara untuk menikmati hidup yang lebih menyenangkan. (indahnya berbagi)

TAKDIR

Sering kita jumpai, ketika seseuatu keinginan yang telah kita usahakan dan perjuangkan  tidak berjalan  seseuai dengan keinginan atau kemauan kita, kita akan langsung bereaksi negative, seperti marah, kecewa, jengkel, dongkol, prustasi, bahkan terkadang menyalahkan diri sendiri atau orang lain.  Setiap perasaan negative semacam ini muncul, kita selalu terdorong untuk menghentikan situasi yang tidak mengenakaan ini dengan cara-cara negative. Terkadang kita menjadi lupa akan takdirNya. Kita lupa bahwa manusia itu  diberikan kewenangan  untuk berupaya atau berusaha, sedangkan keputusan berhasil atau[un tidak ada yang berhak memutuskannya ….sebab hanya dialah yang maha kuasa dan maha mengetahui   
Apapun yang terjadi  atau yang menimpa setiap manusia dimuka bumi ini, sesungguhnya manusia  tidak mempunyai kendali atas kejadian yang menimpa nya. Manusia hanya bisa diberi kuasa sebatas mengendalikan  bagaiman ia  kita berbuat, berusaha, bertindak dan merasakan  atas dasar keinginan manusia itu sendiri Akan tetapi ketika  itu tidak berjalan dengan yang  diinginkan, maka janganlah kita seolah-olah menentang  atau lupa kepada kehendakNya. Allah maha mengetahui dan maha memutuskan  apa yang terjadi sesungguhnya demi kebaikan manusia itu  sendiri.
Sesungguhnya  ketika apa yang menjadi keinginan kita dapat dikabulkan, atau ditolak oleh Allah, memang  itulah pilihan yang terbaik buat kita. Hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah tetap focus untuk tidak menolak bahkan menyangkal atas kehendakNya. Sebab semakin kuat kita  menolak atau menyangkal atas kehendaknya, maka akan  semakin banyak pulalah ujian yang akan Allah berikan kepada kita, sebagai bentuk teguran kepada kita . Agar kita dapat memperlajari dan memahami sesungguhnya apa yang terbaik  ataupun yang terburuk bagi kita. ( semoga bermanfaat )

Senin, 10 Oktober 2011

BEKERJA DENGAN INTEGRITAS

Di setiap oraganisasi dunia maupun di Indonesia  ini, banyak tantangan dan godaan yang menantang intregitas seseorang yang akan menarik mereka  kepada sisi gelap. Informasi-informasi  serta berita –tentang kebohongan dan kepura-puraan telah tumbuh subur .  Hal tersebut memperlihatkan bahwa pada kondisi tertentu dorongan untuk mementingkan diri sendiri dapat mengalahkan keinginan untuk memajukan kebaikan bersama.  Kekuatan jabatan dan posisi yang sulit diabaikan, dapat membuat sesorang  mengabaikan kebenaran. Semua lembaga baik pemerintah, dan perusahaan , menjadi lahan subur, baik untuk praktik layanan kepentingan yang awalnya mulia maupun untuk kepentingan kepentingan bisnis semata…menjadi lahan yang subur untuk prakatik korupsi. Integritas yang diterapkan berkaitan dengan hidup selaras dengan serangkaian prinsip-prinsip  dan nilai-nilai , merupakan pilihan yang awalanya  tampaknya etis. Namun apapun  kebohongan yang digunakan untuk membenarkan keterlibatan, serta dukungan, atau prkatik kolusi dalam melakukan tindakan yang tidak etis, jauh dilubuk hati yang terdalam orang akan tetap merasa , bahwa mereka tidaklah “inteegtreted”
Bentuk –bentuk kejujuran yang lebih halus dan bertahap,  lebih sulit untuk diindentifikasi dari pada praktik  yang berlawanan terhadap norma-norma hukum.  Menjiplak gagasan orang lain, tidak bersedia mengakui dan memberikanpengakuan atas  keberhasilan orang lain , menikam dari belakang, melakukan apa yang diperintah atasan meskipun ia tahu itu salah, menghilangkan data, memikirkan sesuatu tetapi mengatakan hal yang lain seolah hal tersebut sudah biasa …dan celakanya  hampir semua orang paling tidak telah dan pernah melakukan salah satu tindakan diatas. Pokok persoalannya adalah apa yang akan kita katakan pada diri sendiri,  ketika terlibat pada tingkatan seperti ini, entah itu kita mendukung atau mendorong ketiadaan integritas itu secara sadar atau kita memang telah kehilangan kontak dengan perasaan dan batin kita. Oleh karena  wajiblah sekarang kita mempertanyakan dan saling mengingatkan  “ sudahkah kita bekerja dan berkarya dengan apa yang di namakan intregritas”  (indahnya berbagi )    

Minggu, 09 Oktober 2011

EMOSI ..

Pak ireng ? akhir-akhir kok sya sering emosian tho ?..... tanya seorang teman ? lha opo ...sebabe ? selidikku ...yo enggak ruh ......pokok'e maunya marah aja ?..........mas kata orang pinter ...  yang dinamakan emosi itu mas, bukan hanya cuma waktu kita marah. ..ketika kita senang pun  dapat dikatakan emosi ...jawabku ............ah moso, wong seneng kok dinamakan emosi  tanyanya penasaran ? sak suwene iki seng aku tau, emosi itu ..yok nek sedang marah-marah ....!!!!!!!!

Emosi merupakan factor dasar manusia yang bersifat manusiawi. Emosi seseorang dapat membantu membangun hubungan yang sehat dengan cara-cara menciptakan keakraban, tapi juga sebaliknya emosi juga  dapat memecah belah persahabatan. Perasaan adalah merupakan sumber daya penting bagi setiap manusia.oleh karenanya  kita wajib dan sering dan harus menghargai perasaan kita , jika kita ingin menjadi manusia yang dapat mengexpresikan diri kita  secara murni. Banyak orang  sering mencampur adukan antara pikiran dan perasaan ….... nah peran emosi inilah yang dapat mempersatukan keduanya..orang yang sedang marah ( emosi  marah ) , biasanya cenderung menggunakan pikirannya (akalnya)  …….. sedangkan orang yang sedang gembira (emosi gembira) lebih cenderung  menggunakan perasaan ( hatinya ).  Oleh karenanya ketika kita sedang dalam pengaruh emosi marah atau emosi gembira) terkadang kita membutuhkan  bantuan orang lain untuk meredam emosi kita , baik dalam bahasa perasaan ataupun pengalaman pengendalian emoasinya.
Oleh karenanya sesekali kita perlu mendengarkan perasaan kita. Energi emosi yang terhambat akan melemahkan kekuatan jatidiri kita . semakin bebas kita dari rasa takut akan emosi marah atau emosi senang, baik terhadap diri kita sendiri maupun yang berakibat terhadap orang lain, maka kita merasa lebih bahagia . Energi emosi akan memberi kita memberikan kemampuan pengendalian diri dari setiap tindakan yang sangat baik. Tanpa perasaan (emosi) ini , seseorang akan kekurangan gairah hidup dan tidak dapat mengalami  keterlibatan yang penuh terhadap hubungan, baik pertemanan , sahabat, suami istri, staf dan pimpinan ,…….. maka nasihatnyaadalah  kendalikan lah emosimu , jangan sampai berlebihan, baik emosi terhadapat kemarahan, maupun emosi terhadap kesenangan ..(semoga bermanfaat )