Senin, 10 Oktober 2011

BEKERJA DENGAN INTEGRITAS

Di setiap oraganisasi dunia maupun di Indonesia  ini, banyak tantangan dan godaan yang menantang intregitas seseorang yang akan menarik mereka  kepada sisi gelap. Informasi-informasi  serta berita –tentang kebohongan dan kepura-puraan telah tumbuh subur .  Hal tersebut memperlihatkan bahwa pada kondisi tertentu dorongan untuk mementingkan diri sendiri dapat mengalahkan keinginan untuk memajukan kebaikan bersama.  Kekuatan jabatan dan posisi yang sulit diabaikan, dapat membuat sesorang  mengabaikan kebenaran. Semua lembaga baik pemerintah, dan perusahaan , menjadi lahan subur, baik untuk praktik layanan kepentingan yang awalnya mulia maupun untuk kepentingan kepentingan bisnis semata…menjadi lahan yang subur untuk prakatik korupsi. Integritas yang diterapkan berkaitan dengan hidup selaras dengan serangkaian prinsip-prinsip  dan nilai-nilai , merupakan pilihan yang awalanya  tampaknya etis. Namun apapun  kebohongan yang digunakan untuk membenarkan keterlibatan, serta dukungan, atau prkatik kolusi dalam melakukan tindakan yang tidak etis, jauh dilubuk hati yang terdalam orang akan tetap merasa , bahwa mereka tidaklah “inteegtreted”
Bentuk –bentuk kejujuran yang lebih halus dan bertahap,  lebih sulit untuk diindentifikasi dari pada praktik  yang berlawanan terhadap norma-norma hukum.  Menjiplak gagasan orang lain, tidak bersedia mengakui dan memberikanpengakuan atas  keberhasilan orang lain , menikam dari belakang, melakukan apa yang diperintah atasan meskipun ia tahu itu salah, menghilangkan data, memikirkan sesuatu tetapi mengatakan hal yang lain seolah hal tersebut sudah biasa …dan celakanya  hampir semua orang paling tidak telah dan pernah melakukan salah satu tindakan diatas. Pokok persoalannya adalah apa yang akan kita katakan pada diri sendiri,  ketika terlibat pada tingkatan seperti ini, entah itu kita mendukung atau mendorong ketiadaan integritas itu secara sadar atau kita memang telah kehilangan kontak dengan perasaan dan batin kita. Oleh karena  wajiblah sekarang kita mempertanyakan dan saling mengingatkan  “ sudahkah kita bekerja dan berkarya dengan apa yang di namakan intregritas”  (indahnya berbagi )    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar