Di setiap oraganisasi dunia maupun di Indonesia ini, banyak tantangan dan godaan yang
menantang intregitas seseorang yang akan menarik mereka kepada sisi gelap. Informasi-informasi serta berita –tentang kebohongan dan
kepura-puraan telah tumbuh subur . Hal tersebut
memperlihatkan bahwa pada kondisi tertentu dorongan untuk mementingkan diri
sendiri dapat mengalahkan keinginan untuk memajukan kebaikan bersama. Kekuatan jabatan dan posisi yang sulit
diabaikan, dapat membuat sesorang mengabaikan
kebenaran. Semua lembaga baik pemerintah, dan perusahaan , menjadi lahan subur,
baik untuk praktik layanan kepentingan yang awalnya mulia maupun untuk
kepentingan kepentingan bisnis semata…menjadi lahan yang subur untuk prakatik
korupsi. Integritas yang diterapkan berkaitan dengan hidup selaras dengan serangkaian
prinsip-prinsip dan nilai-nilai , merupakan
pilihan yang awalanya tampaknya etis. Namun
apapun kebohongan yang digunakan untuk
membenarkan keterlibatan, serta dukungan, atau prkatik kolusi dalam melakukan
tindakan yang tidak etis, jauh dilubuk hati yang terdalam orang akan tetap
merasa , bahwa mereka tidaklah “inteegtreted”
Bentuk –bentuk kejujuran yang lebih halus dan bertahap, lebih sulit untuk diindentifikasi dari pada
praktik yang berlawanan terhadap
norma-norma hukum. Menjiplak gagasan
orang lain, tidak bersedia mengakui dan memberikanpengakuan atas keberhasilan orang lain , menikam dari
belakang, melakukan apa yang diperintah atasan meskipun ia tahu itu salah, menghilangkan
data, memikirkan sesuatu tetapi mengatakan hal yang lain seolah hal tersebut
sudah biasa …dan celakanya hampir semua
orang paling tidak telah dan pernah melakukan salah satu tindakan diatas. Pokok
persoalannya adalah apa yang akan kita katakan pada diri sendiri, ketika terlibat pada tingkatan seperti ini,
entah itu kita mendukung atau mendorong ketiadaan integritas itu secara sadar
atau kita memang telah kehilangan kontak dengan perasaan dan batin kita. Oleh karena
wajiblah sekarang kita mempertanyakan
dan saling mengingatkan “ sudahkah kita
bekerja dan berkarya dengan apa yang di namakan intregritas” (indahnya berbagi )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar