Sabtu, 11 Juni 2011

woireng: Kunci Pengembangan Diri

woireng: Kunci Pengembangan Diri: "Ada tiga kata kunci kata pengembangan diri . Ketiganya harus ada, jika tidak maka pengembangan diri pengembangan diri hanya membahas hanya ..."

Kunci Pengembangan Diri

Ada tiga kata kunci kata pengembangan diri. Ketiganya harus ada, jika tidak maka pengembangan diripengembangan diri hanya membahas hanya salah satu atau dua dari ketiga kata kunci ini, sehingga buku tersebut tidak memberikan manfaat langsung kepada pembacanya. Dengan memahami ketiga kata kunci ini, insya Allah Anda akan mendapatkan manfaat lebih dari setiap buku yang Anda baca. Anda tidak akan berhasil. Sering kali sebuah buku
Kata kunci pengembangan diri yang pertama adalah “what”. 
Atau apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan diri
Jika Anda ingin menjadi seorang pembicara publik, apa saja yang diperlukan dan apa saja yang harus dilakukan. Anda ingin percaya diri? 
Apa saja yang diperlukan dan apa saja yang harus dilakukan? 
Jika Anda ingin berpikir positif, Anda pun harus bertanya apa saja yang diperlukan atau apa saja yang harus dilakukan. Kata kuncinya ialah “apa”. Kata “apa” akan memberikan kerangka kerja untuk mencapai sesuatu.
Namun tidak cukup dengan pertanyaan “what” saja. Banyak buku yang membahas “what” saja sehingga setelah membaca buku tersebut, kita masih bingung. Semua orang tahu bahwa sukses harus bertindak, tetapi bagaimana caranya? Semua orang tahu bahwa jika ingin sukses berbisnis harus banyak bersilaturahim, tetapi bagaimana cara bersilaturahim? Oleh karena itu, kata kunci pengembangan diri yang kedua ialah “how” atau lebih lengkapnya ialah “how to do”.
Jangan salahkan jika sebuah buku atau seminar yang hanya membahas “what to do”, karena memang itu tujuaannya. Yang diperlukan ialah usaha kita untuk mengetahui bagaimana melakukannya atau “how to do”-nya. Seorang entrepreneur haruslah kreatif, namun bagaimana agar kreatif? Anda harus mencari cara bagaimana supaya kita kreatif? Anda harus memiliki ilmu tentang kreativitas dan kemudian melatihnya. Jawaban ini baru dalam tahap “what to do”. Lalu, bagaimana caranya?
Yang ketiga ialah “why”. Menurut Robert T Kiyosaki ini adalah kata kunci terpenting dibanding kedua kata kunci lainnya. “Why” adalah alasan yang mendorong Anda melakukan sesuatu. Jika Anda ingin memiliki keterampilan menulis, mengapa Anda harus memiliki keterampilan menulis? Semakin kuat jawaban Anda terhadap pertanyaan “why”, maka dorongan untuk melakukan akan semakin besar. Percuma Anda sudah mengetahui jawaban dari “what” dan “how”, tetapi tidak memiliki jawaban dari “why” atau jawabannya lemah. Jawaban dari “why” adalah motivasi Anda memiliki keterampilan tersebut.
Jadi dalam pengembangan diri Anda harus mengetahui what to do, how to do, dan why. Tanpa ketiga kata kunci ini, pengembangan diri 
Anda tidak akan berhasil.

Jumat, 10 Juni 2011

PENGEMBANGAN DIRI


Prestasi merupakan refleksi jiwa. Jiwa yang dinamis akan merefleksikan semangat pengembangan diri secara total dan berkesinambungan. Jiwa yang dinamis pula yang pada akhirnya akan melahirkan etos kerja dan budaya pengembangan diri yang baik.

Pengembangan diri manusia bersifat dinamis, berubah dari hari ke hari. Dinamisnya pengembangan diri telah diisyaratkan Allah SWT dalam surat al-Hasyr ayat 18, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dalam riwayat sebuah hadits juga dinyatakan, barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin, ia terlena, jika harinya lebih buruk dari kemarin, ia merugi, yang beruntung hanyalah orang yang harinya lebih baik dari kemarin

Pentingnya pengembangan diri
Setiap momentum pergantian tahun dalam perjalanan hidup kita, selalu kita iringi dengan melakukan muhasabah. Hal ini dilakukan bukan sekedar untuk mengenang masa lalu, namun sebagai persiapan untuk menghadapi masa depan. Dengan melakukan muhasabah, kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan, peluang maupun tantangan yang kita miliki.


Negara Jepang, dengan caranya sendiri mampu mengantarkan masyarakatnya menjadi masyarakat dengan peradaban modern. Rahasia pencapaian kemajuan mereka adalah Keizen. Kaizen adalah konsep yang diperkenalkan oleh Masaaki Imai, seorang pakar produktivitas perusahaan Jepang. Imai yang sejak tahun 1950-an mempelajari produktivitas industri Amerika kemudian menulis buku Kaizen, The Key to Japan s Competitive Success (1986) yang berisi rahasia keberhasilan perusahaan dan industri Jepang.


Strategi Kaizen merupakan konsep tunggal manajemen Jepang yang menjadi kunci sukses dalam persaingan. Kaizen berarti penyempurnaan secara kontinyu dan melakukan pengembangan secara total dengan melibatkan semua unsur dan potensi yang ada. Kaizen berorientasi pada proses dan usaha yang optimal, berbeda dengan manajemen Barat yang lebih berorientasi pada hasil.

Esensi konsep Keizen dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bentuk upaya untuk selalu mengembangkan dan menyempurnakan kemampuan, prestasi dan produktivitas spiritual, intelektual, fisik maupun material secara kaffah alias total.

Upaya pengembangan diri
Pengembangan diri sebenarnya merupakan proses pembaruan. Proses ini disebut oleh Stephen R. Covey dalam The 7 habits of Highly Effective People (1993) sebagai konsep asah gergaji. Pembaruan yang dilakukan, menurut Covey mesti meliputi empat dimensi yaitu: pembaruan fisik, spiritual, mental dan sosial/emosional.

Pembaruan fisik dapat dilakukan dengan melalui olahraga, asupan nutrisi, dan upaya pengelolaan stres. Pembaruan spiritual dapat diraih melalui penjelasan tentang nilai dan komitmen, melakukan studi atau kajian dan berkontemplasi atau berdzikir. Dimensi mental dapat diperbarui melalui kegiatan membaca, melakukan visualisasi, membuat perencanaan dan menulis. Adapun dimensi sosial/emosional diasah melalui pemberian pelayanan, bersikap empati, melakukan sinergi dan menumbuhkan rasa aman dalam diri. Dalam proses pengembangan diri diperlukan keseimbangan (tawazun) dan sinergi (tanasuq) untuk mencapai hasil optimal sebagaimana yang diharapkan.

Pengembangan diri tidak muncul begitu saja. Untuk meraihnya, diperlukan latihan dengan pola seperti spiral. Pola ini melatih kita untuk bergerak ke atas sepanjang spiral secara terus-menerus. Pola spiral ini memaksa kita untuk melalui tiga tahap kegiatan yakni belajar, berkomitmen, dan berbuat. Latihan ini harus terus-menerus berjalan secara berulang-ulang sampai kualitas dan produktivitas diri kita menjadi semakin tinggi.

Apa yang perlu dikembangkan?
Dalam melakukan pengembangan diri, kita memerlukan tolok ukur yang nyata dan aplikatif untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan yang telah kita capai . Konsep Sharpening Our Concept and Tools (SHOOT) yang dikembangkan oleh Lembaga Manajenen Terapan Trustco berikut ini dapat kita jadikan sebagai contoh daftar aktivitas pengembangan diri.

1. Memperluas pengetahuan mengenai fakta situasional. Jangan bersikap tak acuh dengan lingkungan sekitar;
2. Menjalin hubungan dengan orang lain;
3. Mengelola waktu secara efektif;
4. Menjaga keaktualan pengetahuan agar tidak tertinggal dan relevan. Jangan malas mencari pengetahuan baru;
5. Berlatih untuk mengumpulkan fakta dan membuat asumsi;
6.Membuat jurnal pribadi dengan menggunakan catatan harian agar jadwal kita menjadi teratur.;

Menentukan batas-batas kekuasaan dan otoritas yang kita miliki
1. Jelas agar kita dapat leluasa berkembang;
2.Mendengarkan dengan seksama;
3.Melakukan pengambilan keputusan dengan baik;
4. Membiasakan membuat teknik perencanaan (planning) yang baik.

Melakukan secara mandiri
Proses pengembangan diri yang kita lakukan tidak akan berjalan lancar apabila kita mengandalkan dukungan dari luar. Diperlukan sebuah etos tarbiah dzatiyah (self education) yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Pembelajaran yang harus dilakukan secara mandiri ini setidaknya mencakup tiga hal, yaitu: kemampuan membuat kurikulum atau agenda pribadi (self curriculum), kemampuan menjadi pembelajar yang cepat (speed learner), dan belajar secara mandiri (self learning).

Melakukan proses pengembangan diri memang tidak bebas hambatan, bahkan seringkali penuh kendala. Albert Ellis, psikolog dan penulis terkenal dalam bukunya Feeling Better, Getting Better, Staying Better (2001) memperkenalkan konsep terapi Rational Emotive Behavior Theraphy (REBT) . Konsep ini diperkenalkan oleh Ellis untuk membantu mengatasi hambatan dalam pengembangan diri. Beberapa hal yang disampaikannya berikut ini dapat menjadi bahan renungan kita:

Bicara adalah perkara mudah. Namun, hanya bicara yang diikuti oleh tindakan yang dapat membuat segalanya menjadi lebih baik.










(QS. Ali Imran: 110-194)

Tips untuk memulai usaha


1.      Membuat usaha mandiri membutuhkan waktu dan perjuangan,sebab tidak ada jalan sukses  secara mudah . setiap pilihan hidup pasti mengandung resiko,begitupun dalam dunia usaha / bisnis.Hanya dengan ketekunan, keberanian, kritis, dan selalu mencari inovasi,l semua resiko tersebut dapat di manage /diminimalisir (management resiko).
2.       Beberapa cara untuk memulai sebuah usaha .
·         Memilih secara tepat bisnis/produk  yang akan dilaksanakan
·         Menghitung resiko usaha yang akan dilakukan
·         Memulai usaha secara cerdas, tepat waktu,pilihan tempat, dan  jenis usahanya.
·         Menghitung proyeksi modal,pendapatan ,biaya serta keuntungan secara cermat.
·         Memilih kemitraan usaha, untuk pembelian,(joit buying), Pemasaran , ( marketing) , pembiayaan (joint financing)
3      Strategi  usaha dapat dilakukan melalui perencanaan usaha yang baik dengan menjalankan usaha secara benar, melakukan  promosi usaha dengan sitematis, membangun kepercayaan  konsumen, serta mempunyai penampilan dan kepribadian sebagai seorang wirausaha.
4      Menurut Gerald Abraham, ada Sembilan aspek penting untuk memulai usaha : 1 memahami konsep produk atau jasa secara baik (2) Mempunyai visi dan misi tentang bisnis (3) perlu adanya winning, positive, dan learning attitude untuk menjadi sukses (4) membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif, (5) meminimalisir resiko bisnis dan keuangan (6) mempunyai pengetahuan dasar managemen dan organisasi (7) Optimalisasi mamagemen sumber daya manusia (8) memiliki gaya kepemimpinan yang kreatif dan baik, (9) pengetahuan dasar tentang pengelolaan keuangan dan pembiayaan ( 10) Mempunyai pengetahuan konsep pemasaran dan ,pelayanan dan produk
Semoga bermanfaat .

Kamis, 09 Juni 2011

BERFIKIR POSITIF


Setiap manusia dibumi ini akan selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuannya, dan bagaimana melatih diri supaya berfikir positif dalam  menghadapi semua persoalan hidup.  Oleh karena itu, beberapa ciri orang yang berfikir positif yaitu :
·         Menikmati hidup
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
Pikiran terbuka
Selalu dapat menerima kritik, dan saran untuk perbaikan diri
·         Selalu membuang pikiran negatif
Selalu membuang jauh_jauh pikiran negative…meski itu kadang terlintas dipikirannya
·         Selalu bersyukur
Selalu mensyukuri apa yang didapat,maupun apa yang belum didapat, karena Alloh yang mengaturnya
·         Selalu bertindak cepat.
NATO (No Action, Talk Only),
Menggunakan bahasa tubuh yang positif
·         Berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan ekspresif, atau anggukan, senyum ceria
·         Peduli pada citra diri
Selalu menjaga penampilan dan citra diri selalu positif
·         Melihat masalah sebagai tantangan
Masalah merupakan dari bagian hidup, orang yang berfikir positif melihat masalah merupakan tantangan yang mesti ditaklukkannya