Selasa, 15 November 2011

SUDUT PANDANG


Beberapa hari ini warga kota Bontang dusuguhi oleh berita yang kurang sedap, di berapa media yang terbit di Kalimantan Timur. Yakni mengenai persoalaan antara beberapa kontraktor dengan pemerintah. Menegenai pembayaran 20 proyek dengan nilai Rp 22 milyar lebih, yang anehnya konon proyek tersebut tanpa spk ( surat perintah kerja ) pada tahun anggaran 2007. Pemerintah mengatakan tidak ada dasar untuk melakukan pembayaran , sedangkan DPR  (Dewan Perwakilan Rakyat) , tidak dapat melakukan apa-apa, lalu Kontraktor mengancam membongkar proyek tersebut kalo pemerintah tidak mau membayar, ..dan lagi masyarakat akan melakukan perlawanan apabila proyek tersebut dibongkar.
Nahhhh…..loh……. ? , kalo di permainan sepak bola itu namanya blunder ???, yang bisa berakibat terjadinya goolll…….dan mengakibatkan kalah  ? ……..siapa yang salah  ???????  Pemerintah  ( sebagai penyelenggara pemerintahan, DPR sebagai pengawas (fungsi pengawasan ), Kontraktor sebagai pelaksana dan masyarakat sebagai pengguna proyek ………..jawabnya wallalahu alam .
Oke ..sesungguhnya saya tidak akan membahas tentang berita miring tersebut diatas , …dan bagaimana hasilnya nanti mari sama-sama kita lihat.
Berbicara tentang salah atau benar,  itu  memang sangat  sulit untuk ditentukan, sebab salah dan benar itu, menurut saya ibarat  dua sisi mata uang yang sangat tipis perbedaanya, dalam menilai suatu masalah itu ada dua sarana untuk dapat memutuskan penialaian tentang salah dan benar, yakni dengan akal ( pikiran ) juga hati (perasaan), padahal pikiran dan perasaan sesorang itu sangat sulit diketahui (tersembunyi) , oleh karenanya dalam menilai sesuatu,  bisa saja ketika  sesorang menilai atau menentukan kadar salah atau benar dari suatu masalah itu dengan sedikit saja ada kecenderungan keberpihakan, maka hasilnya sdh dapat ditebak……….. tentu sangat subyektif.
Namun ada juga sebagain orang yang mengatakan bahwa  penilaian salah dan benar itu adalah tergantung dari sudut pandang ( persepsi ) seseorang. Suatu benda yang mempunyai  bentuk dan ukuran yang sama , jika dilihat dari beberapa sudut atau tempat yang berbeda, maka persepsi anda juga akan berbeda, tentu hasilnya berbeda ....... ada suatu kisah tentang persepsi :
Ada seorang mandor dalam suatu perusahaan berkeliling pabrik dan mengontrol serta mengawasi karyawannya. Tiba-tiba ia melihat seorang karyawan sedang duduk sambil mengangkat kakinya diatas meja kecil. Sang mandor berdehem, berusaha untuk menegur karyawannya dengan cara halus, namun entah karena suara kegaduhan dalam pabrik ? sang karyawan tidak mendengar dan mengindahkan sang mandor. Sang mandor mencoba untuk berdehem lagi lebih keras, namun sang karyawan pun tidak bereaksi. Maka sang mandor menjadi sangat marah, dan langsung menendang meja kecil yang menjadi tumpuhan kaki si karyawan tadi, hingga terbalik. Sambil menangis menahan sakit, karyawan sambil berkata, “ aduhhh…mengapa bapak menendang meja ini ??….saya sedang menunggu ambulan sebab saya baru saja mengalami kecelakaan dan lihat kaki saya patah !!!! jawab karyawan sambil menahan emosinya …….(coba anda tentukan yang salah/benar dengan kisah diatas)
Sahabat ??? salah dan benar itu sangat tipis bedanya, konon salah itu manusiawi yang artinya salah itu memang milik manusia…….sebab kebenaran yang hakiki hanya milik Tuhan YME……oleh karenanya Sahabatku ???  …..apa yang terjadi jika setiap orang atau kelompok orang, baik rumah tangga . masyarakat, bangsa ………ketika sedang dalam bersengketa menghadapi masalah …..dapat menempatkan diri kita, juga turut andil dalam kesalahan yang terjadi , dan  mengakuinya, lalu kita duduk bersama …untuk mencari jalan penyelesaiannya tanpa ego tanpa emosi, merasa benar sendiri…………maka apa yang terjadi ..lihatlah ??????
(indahnya berbagi)

Minggu, 13 November 2011

BERANI BERAPA ? ( wani piro ? )

Semalam ketika sedang asyiknya saya dan juga mungkin anda sekalian penggemar sepak bola Indonesia sedang menonton pertandingan antara Garuda Muda Indonesia melawan team langganan Juara yakni Thailan, apa lagi dalam kedudukan imbang setelah pemain Thailan mampu menyamakan kedudukan melalui titik putih (tandangan penalty) …….. bahkan dalam kondisi tegangmembuat  semakin  – kita berdebar-debar, ketika ikon Garuda Muda Indonesia berasal dari Papua Patrick Wanggai dapat dengan mulus menceploskan bola ke gawang Thailan melalui sundulannya sehinggga kedudukan menjadi 2 untuk Indonesia dan 1 untuk Thailan…….
Disaat suasana tegang itu reda  , bunyi HPku  berdering , seorang mengatakan : “ Pak ireng ,,coba buka saluran …… ( disalah satu station TV swasta ) ada Mario Teguh ……seru  banget >>>>>>“  
Sehubungan dengan aku juga enggak pernah tertinggal setiap menyelenggarakan acara Golden Wheis dengan Bapak Mario Teguh , maka saluran pertandingan sepak bola aku pindah ke acara Mario Teguh….apalgi topic yang sedang dianggat cukup hebat : yakni :  “ Wani Piro “
Sebagai orang yang berasal dari jawa, maka saya mempresentasikan “ Wani Piro” yang berati “ Berani Berapa “ …saya jadi teringat kata-kata ini biasa dipake oleh kebanyakan orang yang sedang menawarkan barang dagangannya, baik dirumah maupun di pasar-pasar.
Namun kata2  “ Wani Piro” yang dianggkat sebagai topic acara oleh bapak Martio Teguh tersebut tentu dengan makna berbeda. Wani Piro atau Berani berapa , ………..jika diartikan sebagai alat  motivasi adalah merupakan sebuah tawaran, atau tantangan untuk memberi, menentukan nilai (harga).            Keberanian menentukan harga jika konteknya pada harga diri ( nilai diri pribadi ) adalah suatu tinggkatan dimana seseorang yang mampu memberikan hak tawar atas dirinya terhadap kemampuan ( kompetensi diri) kepada kehidupan yang dia kehendaki.
Apalagi ketika ada seorang peserta menanyakan tentang: …….apakah sebaiknya kita, menjadi ekor dari sesekor macan yang garang,  ataukah sebaiknya kita menjadi kepala dari seekor kucing yang manis, yang bermakna bakwa apakah kita sebaiknya menjadi karyawan biasa dalam suatu organisasi yang besar atau, menjadi sang pengambil keputusan diorganisasi kecil yang kita miliki sendiri
Sahabat…Bloger atau Face Booker semua saat ini saya belum bisa menyimpulkan , dengan benar dari dua peristiwa diatas,,,,baik kemampuan tentang Garuda Muda Indonesia, yang dengan segala tekadnya untuk memenangkan semua pertandingan dan digadang-gadang untuk mendapatkan Medali Emas, setelah sekiat tahun paceklik Medali…atau acara dari bapak Mario Teguh tersebut dengan topic “ Wani Piro” nya, tapi paling tidak hal tersebut dapat sebagai bahanpertimbangan  buat kita dan memang sangat diperlukan bagi kita untuk dapat menetapkan standar pencapaian tetinggi bagi kita, agar hidup jadi jauh lebih bermakna dari sebelumnya.                                    
 (indahnya berbagi )