Jumat, 31 Agustus 2012

RENDAH DIRI

Suatu hari ada seorang karyawan yang betanya ??
Pak ireng kenapa ya, saya terlalu sering menilai diri sendiri rendah dalam segala hal, termasuk secara fisik. Alhasil, saya kerap mengalami kesulitan bersosialisasi dan menjauhi orang-orang yang saya anggap lebih pintar ataupun lebih serdas ?? Bagaimana ya pak caranya mengatasi hal tersebut :

Memang sering kali kita lebih mudah menilai diri kita sendiri kurang baik daripada orang lain, padahal kenyataannya belum tentu demikian. Setiap orang dilahirkan unik dan mempunyai bakat masing-masing. Kalau ada yang bilang tidak punya bakat apa-apa atau tidak punya kemampuan apa-apa, sebenarnya mungkin belum menemukan dan mengasah bakat itu saja.

Orang yang tidak punya tangan dan kaki saja bisa melakukan sesuatu yang tidak terduga. Hal ini karena sebenarnya manusia memiliki kemampuan adaptasi yang terus berkembang. Otak juga memfasilitasi itu.

Kita bisa melihat ada orang yang cacat organ tubuhnya yang satu tapi organ tubuh yang lain berkembang jauh daripada orang yang normal sekalipun. Mengapa harus mensugesti diri negatif? Apa ada untungnya?

Kalau kita jelek karena sugesti diri sendiri apakah ada gunanya untuk orang lain? Apakah orang lain peduli? Hal ini mungkin yang perlu ditekankan. Kita hidup sudah dalam kapasitas dan kemampuan kita, temukan kemampuan itu dan asah lebih baik agar menjadikan hal yang berguna bukan hanya buat diri kita tetapi juga orang lain.
( indahnya berbagi )
 

Senin, 27 Agustus 2012

BILA MASALAH MENDERA

Mereka yang berorientasikan selain Allah, bertujuan selain Allah, mengutamakan dunia daripada akhirat, bertuhankan selain Allah, maka hatinya bertumpuk banyak ambisi kepentingan, ia pasti sangat bingung dan serba salah. Bandingkan dengan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang majikan saja. Hidupnya pasti lebih mudah, karena ia hanya melayani satu tuan, tidak dibingungkan oleh perintah aneka majikan yang seringkali saling bertentangan.

Seberapa lapang hati seseorang berhubungan erat dengan seberapa kuat, sempurna, dan pertambahan
keyakinan tauhidnya. Allah berfirman,

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Qs. Al-An'am: 125)

Menuju Allah dan sempurna didalam Agama Islam yang mengatur seluruh asppek kehidupan yang merupakan Aturan-Nya hanya dapat dicapai dengan ilmu, Tepatnya, ilmu yang diwarisi dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bukan sembarang ilmu.

Dengannya, hati terasa sangat lapang bahkan lebih lapang dari dunia ini. Warisan kenabianlah yang membuatnya memiliki kesabaran berlipat, akhlak termulia, serta kehidupan paling tenteram. Ulama besar terdahulu Al-Hasan al-Bashri berkata :

Dulu, bila seseorang telah mencari ilmu, maka tidak lama kemudian akan terlihat pengaruhnya pada tatapan matanya, kekhusyuannya, lisannya, tangannya, shalatnya, dan kezuhudannya. Beliau juga berkata, Jika seseorang telah memperoleh satu bab dari ilmu, lalu ia mengamalkannya, maka jadilah ilmu itu lebih baik baginya dibanding dunia seisinya, andai ia memiliki dunia itu lalu ia menjadikannya untuk kepentingan akhirat. (Riwayat Darimi, keduanya dengan sanad shahih)

Dengan akhirat kehidupan dunia terasa lapang, hal ini berbeda bagi yang menginginkan dunia sebagai tujuan, merasakannya sebagai syurga, jelas tidak pada tempatnya, hatinya dilanda kekikiran, takut miskin, ayat-ayat Allah tidak akan digubrisnya karena dianggap tidak mendatangkan kebahagiaan kesenangan dunia.

Sifat duniawi yang kadang hidup diatas lalu suatu akan berganti masa saat ia berada dibawah, pergantian suasana dimana manusia kadang susah, kadang senang tidak difahaminya sama sekali, jadilah ia orang stress, depresi, salah arah dalam niatan hati maka akhirnya ia akan sangat mudah menganggap buruk segala ketentuan Allah SWT.