Semalam ketika sedang asyiknya
saya dan juga mungkin anda sekalian penggemar sepak bola Indonesia sedang
menonton pertandingan antara Garuda Muda Indonesia melawan team langganan Juara
yakni Thailan, apa lagi dalam kedudukan imbang setelah pemain Thailan mampu
menyamakan kedudukan melalui titik putih (tandangan penalty) …….. bahkan dalam
kondisi tegangmembuat semakin – kita berdebar-debar, ketika ikon Garuda Muda
Indonesia berasal dari Papua Patrick Wanggai dapat dengan mulus menceploskan
bola ke gawang Thailan melalui sundulannya sehinggga kedudukan menjadi 2 untuk
Indonesia dan 1 untuk Thailan…….
Disaat suasana tegang itu reda , bunyi HPku berdering , seorang mengatakan : “ Pak ireng
,,coba buka saluran …… ( disalah satu station TV swasta ) ada Mario Teguh ……seru
banget >>>>>>“
Sehubungan dengan aku juga enggak
pernah tertinggal setiap menyelenggarakan acara Golden Wheis dengan Bapak Mario
Teguh , maka saluran pertandingan sepak bola aku pindah ke acara Mario Teguh….apalgi
topic yang sedang dianggat cukup hebat : yakni : “ Wani Piro “
Sebagai orang yang berasal dari
jawa, maka saya mempresentasikan “ Wani Piro” yang berati “ Berani Berapa “ …saya
jadi teringat kata-kata ini biasa dipake oleh kebanyakan orang yang sedang
menawarkan barang dagangannya, baik dirumah maupun di pasar-pasar.
Namun kata2 “ Wani Piro” yang
dianggkat sebagai topic acara oleh bapak Martio Teguh tersebut tentu dengan
makna berbeda. Wani Piro atau Berani berapa , ………..jika diartikan sebagai alat motivasi adalah merupakan sebuah tawaran, atau
tantangan untuk memberi, menentukan nilai (harga). Keberanian menentukan harga jika
konteknya pada harga diri ( nilai diri pribadi ) adalah suatu tinggkatan dimana
seseorang yang mampu memberikan hak tawar atas dirinya terhadap kemampuan (
kompetensi diri) kepada kehidupan yang dia kehendaki.
Apalagi ketika ada seorang peserta
menanyakan tentang: …….apakah sebaiknya kita, menjadi ekor dari sesekor macan
yang garang, ataukah sebaiknya kita
menjadi kepala dari seekor kucing yang manis, yang bermakna bakwa apakah kita
sebaiknya menjadi karyawan biasa dalam suatu organisasi yang besar atau,
menjadi sang pengambil keputusan diorganisasi kecil yang kita miliki sendiri
Sahabat…Bloger atau Face Booker semua
saat ini saya belum bisa menyimpulkan , dengan benar dari dua peristiwa
diatas,,,,baik kemampuan tentang Garuda Muda Indonesia, yang dengan segala
tekadnya untuk memenangkan semua pertandingan dan digadang-gadang untuk
mendapatkan Medali Emas, setelah sekiat tahun paceklik Medali…atau acara dari
bapak Mario Teguh tersebut dengan topic “ Wani Piro” nya, tapi paling tidak hal
tersebut dapat sebagai bahanpertimbangan buat kita dan memang sangat diperlukan bagi
kita untuk dapat menetapkan standar pencapaian tetinggi bagi kita, agar hidup
jadi jauh lebih bermakna dari sebelumnya.
(indahnya berbagi )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar