Minggu, 13 November 2011

BERANI BERAPA ? ( wani piro ? )

Semalam ketika sedang asyiknya saya dan juga mungkin anda sekalian penggemar sepak bola Indonesia sedang menonton pertandingan antara Garuda Muda Indonesia melawan team langganan Juara yakni Thailan, apa lagi dalam kedudukan imbang setelah pemain Thailan mampu menyamakan kedudukan melalui titik putih (tandangan penalty) …….. bahkan dalam kondisi tegangmembuat  semakin  – kita berdebar-debar, ketika ikon Garuda Muda Indonesia berasal dari Papua Patrick Wanggai dapat dengan mulus menceploskan bola ke gawang Thailan melalui sundulannya sehinggga kedudukan menjadi 2 untuk Indonesia dan 1 untuk Thailan…….
Disaat suasana tegang itu reda  , bunyi HPku  berdering , seorang mengatakan : “ Pak ireng ,,coba buka saluran …… ( disalah satu station TV swasta ) ada Mario Teguh ……seru  banget >>>>>>“  
Sehubungan dengan aku juga enggak pernah tertinggal setiap menyelenggarakan acara Golden Wheis dengan Bapak Mario Teguh , maka saluran pertandingan sepak bola aku pindah ke acara Mario Teguh….apalgi topic yang sedang dianggat cukup hebat : yakni :  “ Wani Piro “
Sebagai orang yang berasal dari jawa, maka saya mempresentasikan “ Wani Piro” yang berati “ Berani Berapa “ …saya jadi teringat kata-kata ini biasa dipake oleh kebanyakan orang yang sedang menawarkan barang dagangannya, baik dirumah maupun di pasar-pasar.
Namun kata2  “ Wani Piro” yang dianggkat sebagai topic acara oleh bapak Martio Teguh tersebut tentu dengan makna berbeda. Wani Piro atau Berani berapa , ………..jika diartikan sebagai alat  motivasi adalah merupakan sebuah tawaran, atau tantangan untuk memberi, menentukan nilai (harga).            Keberanian menentukan harga jika konteknya pada harga diri ( nilai diri pribadi ) adalah suatu tinggkatan dimana seseorang yang mampu memberikan hak tawar atas dirinya terhadap kemampuan ( kompetensi diri) kepada kehidupan yang dia kehendaki.
Apalagi ketika ada seorang peserta menanyakan tentang: …….apakah sebaiknya kita, menjadi ekor dari sesekor macan yang garang,  ataukah sebaiknya kita menjadi kepala dari seekor kucing yang manis, yang bermakna bakwa apakah kita sebaiknya menjadi karyawan biasa dalam suatu organisasi yang besar atau, menjadi sang pengambil keputusan diorganisasi kecil yang kita miliki sendiri
Sahabat…Bloger atau Face Booker semua saat ini saya belum bisa menyimpulkan , dengan benar dari dua peristiwa diatas,,,,baik kemampuan tentang Garuda Muda Indonesia, yang dengan segala tekadnya untuk memenangkan semua pertandingan dan digadang-gadang untuk mendapatkan Medali Emas, setelah sekiat tahun paceklik Medali…atau acara dari bapak Mario Teguh tersebut dengan topic “ Wani Piro” nya, tapi paling tidak hal tersebut dapat sebagai bahanpertimbangan  buat kita dan memang sangat diperlukan bagi kita untuk dapat menetapkan standar pencapaian tetinggi bagi kita, agar hidup jadi jauh lebih bermakna dari sebelumnya.                                    
 (indahnya berbagi )   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar