Seberapa bahagia hubungan Anda dengan pasangan?
Inilah empat pertanyaan yang digunakan para peneliti
dari University of Virginia (dalam studi The National Marriage
Project), untuk mengukur kebiasaan berbagi pada pasangan yang berdampak
pada menguatnya hubungan dan kebahagiaan:
1. Seberapa sering Anda menunjukkan afeksi atau mengungkapkan cinta kepada pasangan?
2. Seberapa sering Anda mengungkapkan betapa Anda menghargai dan memuja pasangan?
3.
Seberapa sering Anda melakukan hal-hal kecil untuk pasangan, seperti
membuatkannya teh di pagi hari atau membantunya melakukan pekerjaan
rumah?
4. Seberapa sering Anda memaafkan kesalahan, kekeliruan, kecerobohan kecil yang dibuat pasangan?
Jawaban
atas pertanyaan ini bisa berbeda pada setiap orang. Apapun jawaban
Anda, kunci utamanya adalah afeksi, rasa saling menghargai, kemurahan
hati, dan memaafkan memberikan kontribusi besar atas kebahagiaan
hubungan.
Sayangnya, tak sedikit pasangan yang kesulitan
mengaplikasikan kepribadian ini, dan cenderung memiliki harapan terlalu
tinggi terhadap pasangannya. Atau di sisi lain, tak menyadari bahwa
dirinya terlalu dominan menjadi pemberi, bahkan tak memberikan
kesempatan bagi pasangannya untuk juga memberi.
Namun, Anda juga
perlu mengkritisi pertanyaan tersebut. Bukan berarti, jika Anda tidak
melakukan empat hal tadi seratus persen setiap harinya, lantas Anda di cap sebagai
pasangan yang buruk. Menunjukkan afeksi dan saling memahami kebutuhan
pasangan dengan berbagi memang perlu ditunjukkan setiap hari, jika ingin
menjadi pasangan yang berbahagia. Namun jangan sampai hubungan juga
menjadi rusak ketika Anda juga si dia terlalu tajam mengkritik diri.
Bukan
berarti jika pasangan tak selalu bilang cinta atau memuja Anda, lantas
ini petanda buruk bagi hubungan. Namun, sejauh mana Anda dan dia mau
belajar untuk saling berbagi, lebih penting untuk meningkatkan kualitas
hubungan termasuk kebahagiaan hubungan pasangan. Untuk belajar berbagi
kepada pasangan, empat pertanyaan tadi dapat menjadi pemicu awalnya. (indahnya berbagi)