Bebarapa jam yang lalu saya menerima Black Berry Masangger,
dari seorang pembimbing spiritual yang saya
kenal melalui keikutsertaan saya pada seminar Entrepreneur University ( EU ) angakatan 22 di Kota Samarinda Kalimantan Timur ..beliau adalah seorang kyai sekailgus Pengusaha
dan sebagai pengasuh pesantren Tahfizd
Daarul Qur”an Abdurrrahman Al Anwar Jogjakarta, beliau memang sering memberikan pencerahan melalui
BBM Group EU SMDA SPIRITYUAL , begini bunyinya :
“ Apakah ketika kita merubah
sikap yang tadinya terbuka, dalam menyelesaikan masalah dengan penjelasan
diawal yang terkadang menjadi ribut didepan itu membuat sy puas merasa plong
dalam hati, ,… tapi sekarang menjadikan saya diam tanpa menjelasakan dan menyeselesaikan persoalan atau perselisihan, apakah itu sdh
bisa disebut sabar ?
Saudaraku ….. yang baik dan
sedang selalu berharap mendapat bimbingan dari alloh ? Hakekat sabar itu …….sesungguhnya
adalah, kita diharapkan menerima apapun
bentuk dan wujudnya dari Alloh…….entah
kita suka apa tidak..
……..karena semua kejadian yang terjadi atas umat manusia
sesungguhnya sudah tertulis dan dibukukan
oleh Alloh dalam bukunya yang dinamakan
buku keabadiannya ( qodar baik dan qodar
buruk mungkin maksudnya )… saya juga dulu begitu ? dalam rangka menjelasakan
apa yang menjadi persoalan , memang
sering saya lakukan diawal dengan maksud agar semua menjadi jelas, gamblang,
meski terkadang memancing perselisihan,
namun sy sendiri menjadi cukup puas dengan hal tersebut , (ada orang bijak
sering mengatakan bahwa kita lebih baik ribut
dahulu dari pada belakangan ), tapi ternyata kenyataan setelah saya sadari hal
demikian tadi bukan merupakan sikap yang
baik apalagi dikaitkan dengan ibadah yang dikehendaki oleh Allah. Tetapi sesungguhnya hanya nafsu seseorang yang tidak mau terusik dalam ketidak nyamanan
musyawarah dalam kemufakatan.
Oleh karenanya kita diharapkan bersabar untuk menunggu apa yang akan terjadi
setelahnya jauh lebih bermanfaat dengan
keindahan serta mengiikhlasan diri dalam
semua kondisi walaupun hal itu mengusik perasaan dan kenyamana kita kita.
Kini nasihatnya buat semua teman
2 adalah : Hakekat sabar …….” sesungguhnya adalah bahwa kita diharapkan menerima apapun bentuk dan
wujudnya dari keputusan Alloh……. Tugas kita bukan mempertanyakan tentang
keberhasilan ( kesuksesan ) itu sendiri,
tepai agar kita memastikan menuju jalan
yang benar kearah keberhasilan , hingga Allah melihat kita cukup pantas
diamanahi oleh sebuah keberhasilan (kesuksesan )
( Indahnya berbagi ) Matur nuwun Gus Tanto Abdurrahman di Jogjakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar