Sering kita jumpai, ketika
seseuatu keinginan yang telah kita usahakan dan perjuangkan tidak berjalan seseuai dengan keinginan atau kemauan kita,
kita akan langsung bereaksi negative, seperti marah, kecewa, jengkel, dongkol,
prustasi, bahkan terkadang menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Setiap perasaan negative semacam ini muncul,
kita selalu terdorong untuk menghentikan situasi yang tidak mengenakaan ini dengan
cara-cara negative. Terkadang kita menjadi lupa akan takdirNya. Kita lupa bahwa
manusia itu diberikan kewenangan untuk berupaya atau berusaha, sedangkan
keputusan berhasil atau[un tidak ada yang berhak memutuskannya ….sebab hanya dialah
yang maha kuasa dan maha mengetahui
Apapun yang terjadi atau yang menimpa setiap manusia dimuka bumi ini,
sesungguhnya manusia tidak mempunyai
kendali atas kejadian yang menimpa nya. Manusia hanya bisa diberi kuasa sebatas
mengendalikan bagaiman ia kita berbuat, berusaha, bertindak dan
merasakan atas dasar keinginan manusia
itu sendiri Akan tetapi ketika itu tidak
berjalan dengan yang diinginkan, maka janganlah
kita seolah-olah menentang atau lupa
kepada kehendakNya. Allah maha mengetahui dan maha memutuskan apa yang terjadi sesungguhnya demi kebaikan manusia
itu sendiri.
Sesungguhnya ketika apa yang menjadi keinginan kita dapat
dikabulkan, atau ditolak oleh Allah, memang itulah pilihan yang terbaik buat kita. Hal
terbaik yang dapat kita lakukan adalah tetap focus untuk tidak menolak bahkan
menyangkal atas kehendakNya. Sebab semakin kuat kita menolak atau menyangkal atas kehendaknya, maka
akan semakin banyak pulalah ujian yang
akan Allah berikan kepada kita, sebagai bentuk teguran kepada kita . Agar kita
dapat memperlajari dan memahami sesungguhnya apa yang terbaik ataupun yang terburuk bagi kita. ( semoga
bermanfaat )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar