Para sahabat bagaimana bila sebuah kejadian atau hal yang tidak kita inginkan silih berganti dan bahkan kadang berulangkali menimpa kita? Apa ada kunci pembebasan diri dari semua itu? Yang ada kadang galau, bingung, …apa malah melampiaskan? Sebenarnyasemuanya kembali pada diri sendiri bagaimana kita menghadapinya dan solusinya tentu adalah bersyukur dengan apa yang menimpa kita, mungkin sebagian mereka mengatakan begini ....coba kita renungkan bukankah bersyukur itu menuntut kepada keberhasilan dan menyingkirkan (sikap negatif) yang ada yang kadang me- lekat dengan kita ini. Nah…bersyukur inilah yang akan membebaskan diri dari kecemasan atas kesalahan, dan hal ini adalah realistis. Yang mampu mendorong kita untuk bergerak maju demgan antusias, selain itu akan meringankan beban hidup kita yang memang serba terbatas ini bukan?
Semakin banyak bersyukur akan semakin banyak menerima dan ringan dalam segala hal positif tentunya,…alangkah bahagianya bila hal tersebut selalu mengelilingi kehidupan kita ini. Mari kita coba lihat keberhasilan yang telah kita raih, walaupun sekecil apa pun itu kita harus mensyukurinya, bagaimana tidak Tuhan itu sangat bijak dan tidak bisa dipungkiri Dia Yang Maha Adil kepada setiap hamba terutama yang dekat dengan-Nya. Dengan itu kita setidaknya tidak terpaku pada kegagalan-kegagalan yang ada dan bahkan mengingkarinya. Mari kita bertanya pada diri sendiri “Bukankan orang yang hanya menggerutu dan berkeluh kesah bagaimana mungkin akan berhasil.” Berhasil pasti dengan usaha dan berdoa tentunya. Karena usaha yang dilakukan akan membuka pikiran positif diri kita sendiri. Bersyukurlah, maka pikiran positif itu akan tampak di depan kita.
Maknanya yaitu bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kebesaran jiwa dalam diri sendiri akan kita dapati. .begitu bahagianya bila mampu seperti itu. Jika bukan kasih sayang dan keindahan yang menjadi warna hati, wajah, dan cara-cara kita, pasti bukan keindahan yang kita lihat dan rasakan di dunia ini. Nah ada pertanyaan lagi, bagaimana yah tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya? Jawabannya, kebesaran jiwa akan tercerminkan bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya. Sekali lagi kasih sayang, yah kasih sayang untuk sesama. Ucapan terimakasih, senyuman, sapaan ramah, jabat tangan erat, atau mungkin pelukan persahabatan adalah mungkin tindakan yang sepele saja. Namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih tinggi dengan bukit dari harta kita......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar