Sahabatku......hidup ini adalah sebuah hadiah perjalanan yang panjang atau pendek, berarti atau tidak berarti, berharga atau tidak berharga.....hanya andalah yang dapat memaknainya ....
“Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau
akan hidup selama-lamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau
akan mati besok "
1. Tahu apa hakekat sebenarnya hidup ini.
Banyak orang yang tidak tahu apa sebenarnya hakekat
hidup ini. Jika Anda seorang muslim, pasti Anda pernah mendengar atau membaca
firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Adz Dzariyaat ayat 56 yang artinya, “Dan
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku.”
Mengabdi/beribadah di sini memiliki arti yang
sangat luas. Bukan ibadah yang kaitannya dengan urusan akhirat saja, namun
semua usaha dan kerja keras kita dalam hidup ini dapat difahami juga adalah
ibadah. Selama apa yang kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama
yang kita anut, itu pun bernilai ibadah. Kita berusaha membahagiakan dan
mencukupi kebutuhan keluarga kita, itu juga ibadah. Yang penting dari awal sudah
kita niatkan, apa pun usaha kita hanya untuk mencari keridhaan-Nya, dan kita
pun harus seimbang dalam mengerjakan urusan dunia dan amalan akhirat. Jika kita
menyadari hal ini, tentu kita akan memiliki semangat untuk mengerjakan semua
pekerjaan dan urusan kita dengan cara yang terbaik. Satu hal yang penting dan
tidak boleh dilupakan adalah niat, karena niat akan menentukan nilai
amal/perbuatan kita.
2. Tahu cita-cita hidup kita yang
tertinggi.
Semua orang memiliki impian atau cita-cita, namun
hanya sedikit yang berani mengejar dan mewujudkannya menjadi sebuah realitas
fisik. Banyak orang kehilangan semangat dalam hidupnya hanya karena mereka
tidak tahu atau tidak mau tahu akan apa yang sebenarnya yang mereka mau. Apa
yang sebenarnya yang mereka inginkan. Kebanyakan orang hanya menjalankan hidup
ini sebagai sebuah kegiatan yang bersifat rutinitas. Bangun pagi, berangkat
kerja, sore hari pulang kerja, malam tidur begitu seterusmua. Dengan sedikit
kenyamanan yang mereka rasakan maka berhenti sampai di situlah impiannya.
Mereka takut membuat sedikit perbedaan karena khawatir kenyamanan itu akan
hilang.
Semua orang pasti memiliki potensi yang luar
biasa; dan keluarbiasaan itu baru akan tergali secara maksimal jika kita sudah
bisa keluar dari penjara mental kita. Jika kita sudah menemukan profesi yang
paling tepat dengan panggilan jiwa kita maka kita akan lebih mudah
mengaktualisasikan potensi diri kita yang sebenarnya. Dengan itu kita
mendedikasikan hidup untuk kehidupan ini; mempersembahkan yang terbaik yang
bisa kita berikan untuk peradaban manusia yang sedang kita jalani saat ini.
3. Bersyukur terhadap apa yang sekarang
kita miliki dengan tulus.
Setiap orang mempunyai titik kepuasan
sendiri-sendiri. Anda orang yang jika mempunyai rumah satu sudah puas, namun
ada juga yang sudah memiliki rumah, hotel, vila atau real estate di
berbagai penjuru kota masih belum puas. Ada orang yang punya tabungan 1 juta
rupiah sudah merasa kaya, namun ada juga orang yang sudah punya tabungan,
deposito, saham atau asset investasi lainnya masih merasa kurang. Pada umumnya
untuk urusan harta benda duniawi orang selalu ingin lebih banyak lagi dan lagi.
Jika diukur maka tidak ada batasnya. Kabar buruknya adalah hanya sedikit saja
dari mereka yang terpenuhi keinginannya.
4. Yakin bahwa apa pun yang kita lakukan
akan mendapat balasan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.
Setiap perbuatan kita pasti akan ada efeknya.
Kita tersenyum kepada orang lain maka orang lain pun akan tersenyum kepada
kita. Kita tidak sengaja menginjak kaki orang, mungkin bisa saja orang itu akan
marah. Kita memberi sedekah (100 ribu misalnya) pada seorang pengemis, pasti si
pengemis akan gembira luar biasa seakan itu sebuah mimpi, dan untaian kalimat
doa pun keluar dari mulutnya untuk kebaikan kita. Kita marah, orang di sekitar
kita pasti menjauh. Di tempat ramai tiba-tiba kita tertawa sendiri tanpa sebab
yang masuk akal, mungkin kita akan disangka gila. Jadi, semua perbuatan (aksi)
yang kita lakukan akan menimbulkan efek atau reaksi. Dan efek atau reaksi yang
muncul sesuai dengan hukum tabur-tuai. Seperti jika kita menanam padi, bisa
dipastikan yang akan tumbuh juga padi. Namun jika kita menanam rumput maka yang
akan tumbuh juga rumput. Kalau kita mengharap padi yang akan tumbuh maka kita harus
segera bangun dari mimpi buruk. (indahnya berbagi )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar