Rabu, 28 September 2011

Membangun Optimisme


Didalam suatu diskusi ada seorang teman bertanya bagaimana sih, membangun optimisme yang tinggi ?....sejujurnya sy sendiri sangat sulit untuk menjawabnya, namun kalo kita mau mencermatinya sebagai contoh ! ada seorang teman saya yang sy anggap selalu punya semangat dan dengan tingkat optimis yang tinggi , maka inilah jawabannya saya ? :

 :…….dalam kehidupan sehari-hari sering sekali kita menemui orang-orang yang memiliki optimisme begitu tinggi  untuk meraih suatu prestasi tertentu dan cenderung menganggap enteng segala tantangan yang mungkin menghadang. Namun demikian, dibalik sikap optimisme tersebut tidak jarang kita juga menemukan bahwa orang tersebut cenderung tidak memiliki dasar atau landasan kuat untuk mendukung optimismenya yang terefleksi dalam bentuk minimnya persiapan dan rencana, ketekunan, keras keras, kemampuan yang dimiliki, dst. Akibatnya ia tidak pernah berhasil mencapai prestasi yang tadinya sangat diyakini akan dapat dicapai.  Bahkan banyak yang berakhir dengan kekecewaan dan frustrasi mendalam. 

Jika menilik kondisi diatas maka pasti akan timbul berbagai pertanyaan dalam benak kita. Apakah salah jika seseorang memiliki optimisme yang tinggi? Jika orang tersebut telah memiliki optimisme, lalu hal-hal apa saja yang bisa menghambatnya sehingga gagal mewujudkan cita-cita atau impiannya? Hal-hal inilah yang akan dicoba untuk dibahas dalam artikel ini.   

Membumi


Selamanya anda tidak bisa melepaskan diri dari keterikatan waktu. Masa lalu telah menjadi sejarah. Ia memberi banyak pelajaran tentang suatu hal yang membedakan tetapi jangan sampai anda hidup di dalamnya dan terlilit belenggunya. Sementara masa depan masih  berupa wilayah yang penuh misteri dan keajaiban. Masa lalu adalah peta tentang dari mana anda dan masa depan merupakan wilayah tentang kemana anda. Maka tugas anda adalah menggoreskan pena imajinasi tentang masa depan di atas kertas sejarah masa lalu. 
Optimisme akan masa depan tidak dibangun di atas harapan utopis atau impian kosong karena harapan dan impian seperti itu bersifat gratis dan bisa dimiliki oleh semua orang dalam jumlah sebanyak mungkin. Kalau sekedar bicara harapan dan impian, tentu semua orang ingin makmur, hidup enak, berfoya-foya, terhormat dan digolongkan ahli surga. Namun dalam kenyataan berapa persen yang bisa mewujudkan impian tersebut? Anda pasti tahu jawabannya.  

Masa depan harus dibangun dengan optimisme alamiah yang membumi dan hanya bisa dijawab oleh kualitas pribadi anda untuk menggunakan masa sekarang ini. Bagaimana cara anda mengisi hari-hari anda di masa sekarang sebenarnya itulah sketsa paling reliable untuk memahami masa depan anda.( indahnya berbagi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar